Selasa, 26 Februari 2013

Warga Dumai Khawatirkan Air Isi Ulang

Kehigienisan air minum isi ulang dikhawatirkan warga.  Seperti yang dikeluhkan warga Kecamatan Dumai Barat, Budianto, mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Tak hanya itu, menurut Budianto, terkadang di dalam isi air galon pun meninggalkan endapan warna kuning.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami khawatir, air yang kami minum berdampak pada kesehatan," ujar warga Kecamatan Dumai Barat, Budianto kepada wartawan.
Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso menjelaskan sejauh ini pihaknya banyak menerima laporan terkait keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan dipasaran.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," ujar Mardjoko.

Kadiskes mengatakan pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin  kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," ujar Marjoko.

0 komentar:

Posting Komentar