Wakil
Walikota Pekanbaru himbau guru-guru untuk tidak terjebak isu peniadaan
UN bagi kelulusan SD. Ingatkan guru agar tetap motifasi murit untuk
belajar karena ibadah.
PEKANBARU-Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menghimbau kepada guru dan siswa khusunya Sekolah Dasar (SD) untuk tetap mempersiapkan menyambut Ujian Akhir Nasional (UN). Karena hingga sampai saat ini belum ada keputusan dari Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) apakah tetap diberlakukan atau ditiadakan UN untuk kelulusan SD.
"Jadi kita minta kepada sekolah atau pendidik, tetap saja lakukan pembelajaran dan motifasi kepada siswa untuk menghadapi itu. Kalau masih ada rencana TO (Traning Out), lanjutkan saja," himbau Ayat, Selasa (26/2/13) di ruanganya.
Ayat menambahkan, terpenting saat ini adalah tanamkan semangat kepada anak. Bahwa kebutuhan belajar bukanlah untuk menghadapi ujian, apakah itu ujian akhir atau ujian semester, tetapi belajar adalah kebutuhan dan sebuah ibadah.
Di jelaskanya, jika seorang anak telah memahami bahwa jika belajar bukan karena ujian tetapi karena ibadah. Maka anak akan tetap termotifasi untuk tetap belajar tanpa ketakutan akan persiapan untuk menghadapi ujian.
"Adapun nilai mereka bagus, itu karena mereka memang belajar setiap hari. Sebaliknya, kalau milai mereka itu jelek, karena memamg mereka malas untuk belajar setiap jari," tambahnya.
Kepada semua guru, Ayat kembali mengingatkan agar tetap memorifasi siswanya untuk tetap belajar, minimal siswa akan malu jika memiliki nilai yangcjelek. "Jadi jangan terpengaruh dengan ada atau tidaknya UN," tegasnya.
PEKANBARU-Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menghimbau kepada guru dan siswa khusunya Sekolah Dasar (SD) untuk tetap mempersiapkan menyambut Ujian Akhir Nasional (UN). Karena hingga sampai saat ini belum ada keputusan dari Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) apakah tetap diberlakukan atau ditiadakan UN untuk kelulusan SD.
"Jadi kita minta kepada sekolah atau pendidik, tetap saja lakukan pembelajaran dan motifasi kepada siswa untuk menghadapi itu. Kalau masih ada rencana TO (Traning Out), lanjutkan saja," himbau Ayat, Selasa (26/2/13) di ruanganya.
Ayat menambahkan, terpenting saat ini adalah tanamkan semangat kepada anak. Bahwa kebutuhan belajar bukanlah untuk menghadapi ujian, apakah itu ujian akhir atau ujian semester, tetapi belajar adalah kebutuhan dan sebuah ibadah.
Di jelaskanya, jika seorang anak telah memahami bahwa jika belajar bukan karena ujian tetapi karena ibadah. Maka anak akan tetap termotifasi untuk tetap belajar tanpa ketakutan akan persiapan untuk menghadapi ujian.
"Adapun nilai mereka bagus, itu karena mereka memang belajar setiap hari. Sebaliknya, kalau milai mereka itu jelek, karena memamg mereka malas untuk belajar setiap jari," tambahnya.
Kepada semua guru, Ayat kembali mengingatkan agar tetap memorifasi siswanya untuk tetap belajar, minimal siswa akan malu jika memiliki nilai yangcjelek. "Jadi jangan terpengaruh dengan ada atau tidaknya UN," tegasnya.
0 komentar:
Posting Komentar