![]() |
| Ilustrasi, Beras Bulog |
Kepala Bagian Ekonomi Sedakab Bengkalis Hamdan Selasa (26/2) menyebutkan jika alokasi raskin nasional untuk kabupaten Bengkalis kurang dari junlah RTSPM yang tercatat berdasarkan data dari BPS yakni sebanyak 28.880 rtspm. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Pemkab Bengkalis mengambil kebijakan melalui raskin otonomi, sehingga semua rtspm yang terdata secara keseluruhan bisa menerima beras miskin (raskin)'tersebut.
"Untuk kabupaten Bengkalis alokasi raskin nasional sebanyak 19.987 rtspm dengan jatah raskin sebanyak 299.805/bulan dengan jumlah belanja subsidinya sebesar 5,7 milyar. Sementara data dari BPS jumlah rtspm tercatat sebanyak 28.880 rtspm. Artinya ada sekitar 7.000 rtspm yang tidak masuk daftar sebagai penerima manfaat raskin. Karena itu Pemkab menganggarkan dana untk raskin otonomi sebesar 10,2 milyar pada 2013 ini," tutur Hamdan.
Selain itu, sebagimana juga program dari pusat terkait raskin 13 atau bonus pada 2013 ini yang menganggarkan dana yang disebut belanja subsidi raskin 13 sebesar Rp.400 juta,Pemkab Bengkalis juga menganggarkan raskin 13 ini sebesar Rp.800 juta.
"Raskin 13 ini bisa dikatakan bonuslah untuk masyarakat minskin. Karena secara nasional ada program ini, kita tentunya juga harus menganggarkan dana raskin 13. Kalau tidak tentunya nanti akan ada masyarakat yang tidak mendapatkan raskin 13 karena alokasi raskin nasional untuk Bengkalis kurang dari data rtspm yang sesungguhnya," ungkap Hamdan.
Menyingung tentang distribusi raskin bulan Januari-Februari 2013, menurut Hamdan kemungkinan distribusi raksin ini sampai ke rtspm pada April nanti, mengingat saat ini APBD Bengkalis belum lagi diverifikasi di propinsi.
"Untuk distribusi Raskin, pemkab menganggarkan dana 3,5 milyar di APBD 2013. Sementara saat ini APBD belum lagi diverifikasi di propinsi. Dan kemungkinan baru pada April raskin baru bisa kita distribusikan setelah anggaran bisa dicairkan," tutup Hamdan.
Sumber: situsriau.com

0 komentar:
Posting Komentar